Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PMII, Mohammad Shofiyulloh Cokro, mengajak seluruh elemen masyarakat dan mahasiswa untuk menahan diri dari aksi unjuk rasa yang bersifat anarkis menjelang peringatan Harlah ke-66 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sekaligus pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) PB PMII periode Februari s.d. April 2026. Pernyataan ini disampaikan di tengah maraknya isu-isu sensitif yang berpotensi memicu ketegangan di ruang publik.
Menurut M. Shofiyulloh Cokro, momentum Harlah ke-66 PMII dan Rakornas PB PMII seharusnya menjadi wadah refleksi konstruktif bagi kader dan generasi muda dalam memperkuat komitmen kebangsaan serta peran organisasi dalam kehidupan demokrasi.
“Kami memahami aspirasi masyarakat dan mahasiswa dalam menyampaikan kritik maupun gagasan perubahan. Namun, aksi anarkis hanya akan merugikan citra perjuangan kita sendiri dan menghambat ruang dialog yang sehat,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya pendekatan rasional melalui dialog, advokasi kebijakan, serta kampanye publik yang damai dan edukatif. Ia juga mengingatkan kader PMII dan mahasiswa pada umumnya untuk menjadi teladan dalam menjaga stabilitas sosial dan iklim demokrasi yang kondusif.
Selain itu, PB PMII juga menegaskan dukungannya terhadap sistem ketatanegaraan yang menempatkan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tetap berada di bawah kewenangan Presiden Republik Indonesia sebagaimana diatur dalam sistem pemerintahan saat ini. Menurut Cokro, posisi tersebut penting untuk menjaga efektivitas koordinasi keamanan nasional serta memastikan akuntabilitas institusi penegak hukum dalam kerangka pemerintahan yang sah.
“Stabilitas keamanan dan penegakan hukum yang profesional merupakan prasyarat penting bagi demokrasi yang sehat. Karena itu, kami mendukung agar Polri tetap berada dalam garis koordinasi Presiden demi menjaga konsistensi tata kelola negara,” tegasnya.
“Momentum Harlah ke-66 dan Rakornas PB PMII ini harus kita jadikan ruang konsolidasi gagasan, memperkuat nilai intelektualitas, serta menegaskan komitmen kader PMII dalam menjaga persatuan dan kemajuan bangsa. Mari kita tunjukkan bahwa generasi muda mampu berjuang dengan kepala dingin, bukan dengan emosi yang membabi buta,” tambahnya.
Ajakan ini sejalan dengan komitmen PMII untuk terus mendorong perubahan sosial melalui jalur konstitusional, dialog kebangsaan, dan gerakan intelektual yang konstruktif. PB PMII berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif sehingga rangkaian kegiatan Harlah ke-66 PMII dan Rakornas PB PMII periode Februari hingga April 2026 dapat berlangsung dengan baik serta memperkuat kontribusi pemuda dalam pembangunan bangsa.